Kayuagung (Kemenag OKI) —
Tradisi Turun Haji yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Kecamatan Kayuagung kembali digelar dengan penuh semarak di Rumah Dinas Bupati (Pendopoan Kabupaten Ogan Komering Ilir). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur yang mempertemukan jamaah haji asal Kecamatan Kayuagung dari berbagai tahun keberangkatan, mulai dari jamaah haji tahun-tahun sebelumnya hingga jamaah yang baru menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati OKI Muchendi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKI M. Kholil Azmi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Unsur Pimpinan Daerah (UPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga jamaah haji, serta masyarakat Kecamatan Kayuagung, rabu 22 juli 2026.
Tradisi Turun Haji merupakan agenda tahunan yang telah lama dilestarikan oleh masyarakat Kayuagung. Melalui arak-arakan yang berlangsung meriah, para jamaah haji dari berbagai angkatan berjalan bersama sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Tradisi ini tidak hanya menjadi penyambutan bagi jamaah yang baru pulang dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarsesama jamaah haji lintas generasi.
Sepanjang perjalanan menuju Pendopoan Kabupaten OKI, masyarakat tampak antusias menyaksikan arak-arakan. Kehadiran warga di sepanjang rute menunjukkan bahwa Tradisi Turun Haji masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kayuagung sebagai salah satu kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKI, M. Kholil Azmi, mengapresiasi masyarakat Kecamatan Kayuagung yang terus menjaga dan melestarikan Tradisi Turun Haji. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para jamaah haji.
“Tradisi ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi menjadi simbol persatuan, rasa syukur, dan penghormatan kepada para tamu Allah. Kehadiran jamaah haji dari berbagai tahun keberangkatan menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan yang terjalin sejak di Tanah Suci terus terpelihara hingga kembali ke tengah masyarakat,” ujar M. Kholil Azmi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Kementerian Agama berharap Tradisi Turun Haji tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kayuagung. Selain mempererat silaturahmi antargenerasi jamaah haji, tradisi ini juga menjadi media dakwah yang mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak mulia para haji serta memperkuat semangat persaudaraan, kerukunan, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. ( Anhar).
